Pemerintah Tidak Jadi Menaikan Harga Premium Menjadi Rp 7 Ribu Per Liter

By | Oktober 17, 2019

Setelah pertamax  harganya merangkak naik kini giliran premium yang mengikuti jejaknya dengan naik Rp 450 menjadi Rp 7 ribu per liter. Sebelum harga BBM jenis premium Rp 6550 per liter. Namun sesudah dinyatakan resmi, nampaknya pemerintah mempunyai langkah lain dengan menunda kenaikan harga premium tersebut.

“Sesuai aba-aba Bapak Presiden, rencana kenaikan harga Premium di Jamali (Jawa, Madura dan Bali) menjadi Rp 7.000 per liter dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900 per liter secepatnya Pukul 18.00 hari ini semoga ditunda,” kata¬†Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dikutip dari Liputan 6.

Kenaikan harga premium dikatakan gres akan dilakukan PT Pertamina sesudah pembahasan ulang, karena PT Pertamina sebagai lembagaya penyalur BBM jenis premium belum siap. Kenaikan BBM pun dipicu dengan lonjakan harga minyak mentah dunia. Di mana ketika ini harga minyak dunia menembus rata-rata 80 dolar per barel.

“Arahan presiden paling cepat pukul 18.00 Wib, harga premium menjadi Rp 7.000 untuk Jamali (Jawa, Madura dan Bali). Di luar Jamali 6.900. Itu pun tergantung kesiapan Pertamina di 2.500 spbu-nya,” pungkas Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).